Diintimidasi, Pemberita Dana PON Ke Jabar


Jakarta - Wartawan harian lokal di Bandung, Zezen Mutaqin, akhirnya intimidasi 'preman' yang diterimanya dan polisi. Pria yang bekerja untuk Tribun Jabar itu mendapat intimidasi agar berhenti memberitakan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang berlangsung di Jawa Barat. Pihak pengancam, sambung Zezen, mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengklaim keberatan dengan berita tulisan Zezen yang dianggap mengkritisi penyelenggaran PON Jabar. Secara terpisah, dikutip berita hari ini dari Antara Umum XIX /2016 yang juga Jawa Ahmad meminta kasus intimidasi yang Zezen dituntaskan.

Masih satu divisi Kompas tribun termasuk jaringan Kompas. Tribunnews juga menyajikan informasi dan dari lokal, hampir mirip dengan tribun cetak , nasional dan internasional, baik yang aktual dan ringan. Mengingat tidak selamannya orang yang tribun design cetak, bisa menikmati tribun bentuk online. Begitupun sebaliknya, ada orang yang tidak membaca cetak, tetapi hanya bisa membaca lewat saja. Masyarakat lebih banyak yang mengenal dan menikmati berita yang disajikan itu sendiri.

Pria yang bekerja untuk Tribun Jabar itu mendapat intimidasi agar berhenti memberitakan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang berlangsung di Jawa Barat. Pihak pengancam, sambung Zezen, mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengklaim keberatan dengan berita tulisan Zezen yang dianggap mengkritisi penyelenggaran PON Jabar. Secara terpisah, dikutip Antara, Ketua Umum PON XIX /2016 juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta kasus intimidasi yang menimpa agar dituntaskan.